Siap Menghadapi UN 2014

Dalam rangka menghadapi UN 2014, siswa dapat melihat jadwal UN 2014 di sini. di sini juga diberikan file-file materi pengayaan UN dari direktorat PSMP yang dapat didownload

Profil Sekolah

Profil SMP Negeri 1 Bolo sebagai Sekolah Standar Nasional

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Juli 2012

Mengenal Bakteri Sakazakii


Keberadaan bakteri Entrobacter Sakazakii di dalam susu formula tidak perlu dirisaukan atau dicemaskan oleh para orang tua. Pasalnya, bakteri ini bisa mati pada air panas dengan minimal suhu 70 derajat celcius. Untuk itu, diimbau kepada orang tua dalam menyajikan susu formula kepada bayi hendaknya menggunakan air panas.

Umar Zein, selaku ahli kesehatan,  mengatakan selain itu, jika ada sisa lebih baik dibuang, karena susu paling bertahan dua jam. Bakteri Sakazakii ini tidak membahayakan pada setiap bayi. Bakteri ini hanya berdampak pada bayi yang daya tahan tubuhnya lemah serta pada bayi yang lahir prematur.

“Bagi bayi yang sehat, apalagi anak-anak, bakteri ini tidak membahayakan,” ujarnya, pagi ini. Bakteri Sakazakii ini berpotensi hadir dimana dan kapan saja, termasuk juga di Indonesia. Pasalnya, susu formula bisa terkontaminasi bakteri melalui udara.

“Bakteri dimana-mana saja ada, bakteri kan penyebarannya bisa melalui udara. Susu dapat menjadi media pertumbuhan yang baik bagi bakteri karena di dalamnya terdapat komponen biokimia yang juga diperlukan oleh bakteri untuk tumbuh dan berkembang,” katanya.

Dia menyarankan kepada para ibu dalam memberikan susu formula kepada bayinya hendaknya menggunakan air panas. “Sebaiknya beri ASI ekslusif saja,” sebutnya.

Sementara itu, ahli kesehatan dan gizi di Medan, Sairi M Saragih, menuturkan tidak hanya susu yang berpotensi terkontaminasi Sakazakii, tetapi bisa juga ditemukan di beberapa bahan makanan antara lain daging cincang awetan, sayuran, serta keju.

“Bakteri ini dapat menyebabkan radang selaput otak dan radang usus atau diare pada bayi, infeksi saluran pernapasan bagian bawah, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran kemih, infeksi dalam perut dan infeksi lainnya,” pungkasnya.

Disarankan, dalam memberikan susu formula baiknya harus memperhatikan cara penyajian yang baik dan benar, sehingga mengurangi resiko infeksi. “Susu yang diberikan untuk setiap mau minum dan langsung habis, berarti jumlah penyajiannya harus sedikit," ungkapnya.

Kata dia, Ini untuk mengurangi kuantitas dan waktu susu formula itu terkontaminasi bakteri dari udara. Jadi jangan ada sisa, dan sisa itu jangan diberikan lagi pada bayi. Bayi lahir prematur sangat rentan terserang bakteri Sakazakii.

Penelitian independen tentang kandungan bakteri dalam susu bubuk formula yang dilakukan oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) berbuntut panjang. Masyarakat masih resah karena belum ada keterangan jelas tentang merek susu yang tercemar Enterobacter Zakazakii.  

Tapi kata Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, bakteri sejenis itu memang dapat dijumpai di mana-mana, baik di makanan, lingkungan, bahkan di usus manusia normal. Bakteri itu ada yang berbahaya dan ada yang tidak. Bakteri yang berbahaya bisa menyerang bayi yang usianya kurang dari 28 hari, bayi prematur, dan yang beratnya tubuhnya kurang. Akibatnya, bisa menderita diare ataupun meningitis.

Lalu bagaimana cara menghindari susu yang mengandung Enterobacter Sakazakii?

Badan POM menganjurkan agar tehindar dari bakteri, larutkan susu bubuk formula menggunakan air yang dimasak sampai mendidih lalu dibiarkan selama 10-15 menit agar suhunya turun dan menjadi tidak kurang dari 70 derajat celcius.

Siapkan susu yang dapat dihabiskan bayi sesuai takaran. Kemudian, sisa susu yang sudah larut harus dibuang setelah dua jam.

“Pemakaian susu bubuk formula bukanlah suatu produk yang steril dan dapat terkontaminasi kuman yang dapat menyebabkan penyakit,” kata Kepala BPOM Kunstantiah, dalam jumpa pers di Kantor Kemenkominfo, Jakarta, Kamis (10/2/2011).

Enterobacter Zakazakii memiliki kemampuan bertahan pada produk kering, namun mudah mati jika terkena panas pada suhu 70 derajat celcius dalam 15 detik dan bisa ditemukan pada tanah, udara, lalat, dan tikus.

Sumber : Sinergi Fitness

Mengenal Penyakit Darah Tinggi


Tekanan darah tinggi atau hipertensi telah menjadi penyakit yang umum bagi banyak orang saat ini, apalagi bagi mereka yang tinggal di kawasan perkotaan. Tekanan darah tinggi atau hipertensi menjadi salah satu faktor penyebab stroke, serangan jantung, dan juga gagal ginjal. Dan akibat terburuk dari penyakit ini adalah kematian. Karena itu, jika bisa, penyakit ini harus dicegah. Jika Anda memiliki tekanan darah yang tinggi, Anda dapat mengendalikan penyakit ini. Bagaimana cara mencegah dan mengendalikan darah tinggi atau hipertensi?

Tekanan Darah
Sebelum membahas mengenai tekanan darah tinggi atau hipertensi, ada baiknya Anda mengenal terlebih dahulu tentang tekanan darah. Saat Anda melakukan pemeriksaan fisik atau pemeriksaan klinis ke dokter, biasanya ada alat khusus yang digunakan oleh dokter untuk memeriksa tekanan darah. Alat untuk memeriksa tekanan darah disebutsphigmomanometer atau dikenal juga dengan tensimeter. Ada tensimeter digital dan ada juga tensimeter air raksa yang masih umum digunakan untuk pemeriksaan klinis.

Memeriksa Tekanan Darah
Saat memeriksa tekanan darah, ada dua angka yang biasanya disebut misalnya 120/80. Apa yang dimaksud angka-angka tersebut?

Sistolik
Angka pertama (120) yaitu tekanan darah sistolik, yaitu tekanan saat jantung berdenyut atau berdetak (sistol). Sering disebut tekanan atas.

Diastolik
Angka pertama (90) yaitu tekanan darah diastolik, yaitu tekanan saat jantung beristirahat di antara saat pemompaan. Sering disebut tekanan bawah.

Dokter akan melakukan pemeriksaan tekanan darah dengan menyuruh Anda duduk atau berbaring, karena itu posisi terbaik untuk mengukur tekanan darah. Lalu dokter biasanya akan mengikat kantung udara pada lengan kanan kecuali pada lengan tersebut terdapat cedera. Setelah itu, dilakukan pengukuran tekanan darah. Perbedaan antara tekanan sistolik dan diastolik disebut tekanan denyut.

Apa yang dimaksud dengan tekanan darah? Tekanan darah yaitu tekanan yang dialami darah pada pembuluh arteri ketika darah di pompa oleh jantung ke seluruh anggota tubuh manusia. Tekanan darah dibuat dengan mengambil dua ukuran dan biasanya terdapat dua angka yang akan disebut oleh dokter. Misalnya dokter menyebut 140-90, maka artinya adalah 140/90 mmHg. Angka pertama (140) menunjukkan tekanan ke atas pembuluh arteri akibat denyutan jantung atau pada saat jantung berdenyut atau berdetak, dan disebut tekanan sistolik atau sering disebuttekanan atas. Angka kedua (90) menunjukkan tekanan saat jantung beristirahat di antara pemompaan, dan disebut tekanan diastolik atau sering juga disebut tekanan bawah.

Setelah mengetahui tekanan darah, pasti Anda ingin mengetahui apakah tekanan darah Anda termasuk rendah, normal atau tinggi. Berikut ini penggolongan tekanan darah berdasarkan angka hasil pengukuran dengan tensimeter untuk tekanan sistolik dan diastolik:
 

Mengapa Tekanan Darah Meningkat?
Apa yang menyebabkan tekanan darah bisa meningkat? Sebagai ilustrasi, jika Anda sedang menyiram kebun dengan selang. Jika Anda menekan ujung selang, maka air yang keluar akan semakin kencang. Hal itu karena tekanan air meningkat ketika selang ditekan. Selain itu, jika Anda memperbesar keran air, maka aliran air yang melalui selang akan semakin kencang karena debit air yang meningkat.

Hal yang sama juga terjadi dengan darah Anda. Jika pembuluh darah Anda menyempit, maka tekanan darah di dalam pembuluh darah akan meningkat. Selain itu, jika jumlah darah yang mengalir bertambah, tekanan darah juga akan meningkat.

Penyebab Darah Tinggi
Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan seseorang memiliki tekanan darah tinggi. Ada faktor penyebab tekanan darah tinggi yang tidak dapat Anda kendalikan. Ada juga yang dapat Anda kendalikan sehingga bisa mengatasi penyakit darah tinggi. Beberapa faktor tersebut antara lain:

·            Keturunan
Faktor ini tidak bisa Anda kendalikan. Jika seseorang memiliki orang-tua atau saudara yang memiliki tekanan darah tinggi, maka kemungkinan ia menderita tekanan darah tinggi lebih besar. Statistik menunjukkan bahwa masalah tekanan darah tinggi lebih tinggi pada kembar identik daripada yang kembar tidak identik. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ada bukti gen yang diturunkan untuk masalah tekanan darah tinggi.
·            Usia
Faktor ini tidak bisa Anda kendalikan. Penelitian menunjukkan bahwa seraya usia seseorang bertambah, tekanan darah pun akan meningkat. Anda tidak dapat mengharapkan bahwa tekanan darah Anda saat muda akan sama ketika Anda bertambah tua. Namun Anda dapat mengendalikan agar jangan melewati batas atas yang normal.
·            Garam
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Garam dapat meningkatkan tekanan darah dengan cepat pada beberapa orang, khususnya bagi penderita diabetes, penderita hipertensi ringan, orang dengan usia tua, dan mereka yang berkulit hitam.
·            Kolesterol
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kandungan lemak yang berlebih dalam darah Anda, dapat menyebabkan timbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah. Hal ini dapat membuat pembuluh darah menyempit dan akibatnya tekanan darah akan meningkat. Kendalikan kolesterol Anda sedini mungkin. Untuk tips mengendalikan kolesterol, silahkan lihat artikel berikut: kolesterol.
·            Obesitas / Kegemukan
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Orang yang memiliki berat badan di atas 30 persen berat badan ideal, memiliki kemungkinan lebih besar menderita tekanan darah tinggi.
·            Stres
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Stres dan kondisi emosi yang tidak stabil juga dapat memicu tekanan darah tinggi.
·            Rokok
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Merokok juga dapat meningkatkan tekanan darah menjadi tinggi. Kebiasan merokok dapat meningkatkan risiko diabetes, serangan jantung dan stroke. Karena itu, kebiasaan merokok yang terus dilanjutkan ketika memiliki tekanan darah tinggi, merupakan kombinasi yang sangat berbahaya yang akan memicu penyakit-penyakit yang berkaitan dengan jantung dan darah.
·            Kafein
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kafein yang terdapat pada kopi, teh maupun minuman cola bisa menyebabkan peningkatan tekanan darah.
·            Alkohol
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Konsumsi alkohol secara berlebihan juga menyebabkan tekanan darah tinggi.
·            Kurang Olahraga
Faktor ini bisa Anda kendalikan. Kurang olahraga dan bergerak bisa menyebabkan tekanan darah dalam tubuh meningkat. Olahraga teratur mampu menurunkan tekanan darah tinggi Anda namun jangan melakukan olahraga yang berat jika Anda menderita tekanan darah tinggi.

Mencegah dan Mengatasi Darah Tinggi
Untuk mencegah darah tinggi bagi Anda yang masih memiliki tekanan darah normal ataupun mengatasi darah tinggi bagi Anda yang sudah memiliki tekanan darah tinggi, maka saran praktis berikut ini dapat Anda lakukan:
  • Kurangi konsumsi garam dalam makanan Anda. Jika Anda sudah menderita tekanan darah tinggi sebaiknya Anda menghindari makanan yang mengandung garam.
  • Konsumsi makanan yang mengandung kalium, magnesium dan kalsium. Kalium, magnesium dan kalsium mampu mengurangi tekanan darah tinggi.
  • Kurangi minum minuman atau makanan beralkohol. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, sebaiknya hindari konsumsi alkohol secara berlebihan. Untuk pria yang menderita hipertensi, jumlah alkohol yang diijinkan maksimal 30 ml alkohol per hari sedangkan wanita 15 ml per hari.
  • Olahraga secara teratur bisa menurunkan tekanan darah tinggi. Jika Anda menderita tekanan darah tinggi, pilihlah olahraga yang ringan seperti berjalan kaki, bersepeda, lari santai, dan berenang. Lakukan selama 30 hingga 45 menit sehari sebanyak 3 kali seminggu.
  • Makan sayur dan buah yang berserat tinggi seperti sayuran hijau, pisang, tomat, wortel, melon, dan jeruk.
  • Jalankan terapi anti stres agar mengurangi stres dan Anda mampu mengendalikan emosi Anda.
  • Berhenti merokok juga berperan besar untuk mengurangi tekanan darah tinggi atau hipertensi.
  • Kendalikan kadar kolesterol Anda.
  • Kendalikan diabetes Anda.
  • Hindari obat yang bisa meningkatkan tekanan darah. Konsultasikan ke dokter jika Anda menerima pengobatan untuk penyakit tertentu, untuk meminta obat yang tidak meningkatkan tekanan darah.


Sumber : Sinergi Fitness

Minggu, 29 Juli 2012

Apel untuk Turunkan Kolesterol


TEMPO.CO - Para ilmuwan menemukan bahwa buah apel bisa menurunkan kadar lemak dalam darah secara signifikan pada wanita yang mengalami menopause, kelompok yang berisiko paling tinggi terkena serangan jantung dan stroke. Selain itu, mengkonsumsi buah ini setiap hari selama enam bulan bisa menurunkan kolesterol hingga 25 persen.

Penurunan terbesar terlihat pada rendahnya kadar lipoprotein. Lemak jenis ini biasa disebut kolesterol ‘jahat’. Dia biasa mengendap di atas arteri dan bisa meningkatkan risiko pembekuan darah di dekat jantung dan otak sehingga mengancam jiwa. Hasil riset tim peneliti dari Florida State University Amerika ini memperkuat penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa apel bagus untuk jantung.

Sekitar 45 persen wanita Inggris menderita penyakit jantung atau mengalami stroke. Penyakit itu menjadi penyebab kematian tunggal tertinggi di kalangan wanita menopause. Sebelum mengalami menopause, wanita memang memiliki kekebalan alami atas penyakit jantung dan rata-rata angka sakitnya hanya sepertiga dibandingkan pada pria. Namun, ketika wanita berusia 50 tahun ke atas, penyakit ini meningkat tajam.

Dengan riset ini, para peneliti membuktikan bahwa mengkonsumsi dua butir apel per hari bisa secara signifikan mengurangi risiko penyakit jantung. Mereka melakukan penelitian terhadap 160 wanita yang sudah mengalami menopause dan meminta sebagian dari mereka mengkonsumsi 75 gram apel yang dikeringkan setiap hari– jumlah ini sama dengan dua butir apel segar berukuran sedang.

Sebagai perbandingan, sebagian partisipan diminta untuk mengkonsumsi buah plum dalam jumlah yang sama. Masing-masing sukarelawan kemudian dites darah setiap tiga bulan selama satu tahun.

Hasil penelitian yang dipublikasikan di Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics ini menunjukkan bahwa setelah tiga bulan, kadar kolesterol secara keseluruhan para pengkonsumsi apel mengalami penurunan sembilan persen dan kolesterol LDL-nya turun hingga 16 persen. Para pengkonsumsi buah plum juga mengalami penurunan kadar kolesterol, tetapi hanya sedikit--tidak sebanyak pengkonsumsi apel kering.

“Konsumsi dua butir apel berukuran sedang bisa secara signifikan menurunkan kadar kolesterol hanya dalam waktu tiga bulan,” kata para peneliti.

Pada 2009 silam, penelitian yang dilakukan di Polandia juga menunjukkan bahwa konsumsi dua butir apel per hari bisa menurunkan risiko kanker usus pada orang dewasa. Sementara itu, para ilmuwan dari St. George’s Hospital Medical School di London menunjukkan bahwa fungsi paru-paru pada pria berusia pertengahan dan mengkonsumsi satu butir apel per hari bisa mengalami peningkatan.

Jumat, 27 Juli 2012

Keju Bisa Kurangi Risiko Diabetes


Orang yang menjaga kesehatan mungkin banyak yang menghindari konsumsi keju, namun sebuah penelitian menyarankan konsumsi keju berguna untuk mengurangi risiko diabetes tipe 2.

Salah satu alasan mengapa keju dapat mengurangi risiko diabetes kemungkinan adalah proses fermentasi dari susu yang memicu reaksi pada tubuh. Reaksi inilah yang dinyatakan mampu memberikan proteksi terhadap diabetes dan penyakit jantung.

Hasil dari penelitian ini diterbitkan oleh American Journal of Clinical Nutrition, sebagai salah satu penelitian terbesar yang melihat peran diet untuk kesehatan.

Perkembangan penyakit diabetes tipe-2 yang kerap kali dikaitkan dengan kondisi obesitas, dikatakan dapat berkurang hingga 12 persen dengan mengkonsumsi keju sebagai kudapan secara rutin.

Beberapa lmuwan menyatakan bahwa meskipun keju kaya akan lemak, namun mereka percaya bahwa ini merupakan jenis lemak yang baik untuk tubuh.

Namun, yayasan penderita diabetes di Inggris Raya masih memperingatkan masyarakat untuk tidak mengkonsumsi keju secara berlebihan, sebelum ada konfirmasi lebih lanjut dari hasil penelitian lainnya. Direktur penelitian, Iain Frame, mengatakan bahwa keju adalah jenis pangan sederhana untuk organ pencernakan.

"Kami merekomendasikan diet seimbang yang kaya akan buah dan sayur serta rendah garam dan gula. Penelitian ini tidak memberikan kita alasan untuk mengubah pola diet terhadap produk susu, dengan maksud untuk mencegah diabetes," demikian Frame.

Diabetes tipe-2 adalah diabetes dengan kondisi saat tubuh tidak memproduksi hormon insulin atau hormon insulin yang tersedia tidak mampu bekerja dengan semestinya.

Gejala penyakit ini dapat dikontrol dengan mengkonsumsi makanan sehat dan memantau kadar gula darah, namun penderita mungkin juga memerlukan insulin sebagai salah satu pengobatan.

Manfaat Kemiri untuk Jantung


Meski diketahui mengandung minyak dalam kadar tinggi, kemiri ternyata berdampak baik bagi kesehatan tubuh. Sebuah penelitian yang dilakukan tim dari New Mexico State University, Las Cruces, menunjukkan kemiri mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL, low density lipoprotein) yang ada dalam darah.

''Para ahli gizi dan dokter selama ini menganjurkan untuk menghindari kacang-kacangan karena kadar lemaknya yang tinggi. Tapi sebetulnya orang tidak perlu terlalu khawatir, karena kacang sebenarnya bisa menjadi bagian dari diet sehat,'' kata Dr Wanda A. Morgan, salah seorang anggota tim peneliti. 

Sekitar 53 persen dari kemiri adalah lemak. Namun lemak tersebut adalah lemak tak jenuh yang bukan cuma mampu menurunkan kadar LDL, tapi juga mencegah penggumpalan darah yang merupakan biang keladi serangan jantung dan stroke. Di samping itu diketahui kemiri juga kaya serat, vitamin E, dan mineral seperti magnesium dan tembaga.