Siap Menghadapi UN 2014

Dalam rangka menghadapi UN 2014, siswa dapat melihat jadwal UN 2014 di sini. di sini juga diberikan file-file materi pengayaan UN dari direktorat PSMP yang dapat didownload

Profil Sekolah

Profil SMP Negeri 1 Bolo sebagai Sekolah Standar Nasional

Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Juli 2012

Medusoid, Ubur-ubur Buatan dari Sel Tikus


TEMPO.CO : Para ilmuwan berhasil membuat ubur-ubur buatan dari sel-sel jantung tikus dan polimer silikon. Ibarat pompa biologis alami, ubur-ubur buatan yang dijuluki Medusoid ini berdenyut-denyut seperti jantung manusia dan bisa berenang mirip ubur-ubur asli.

"Ini menjadi model yang baik untuk mempelajari fisiologi jantung manusia," kata Kevin Kit Parker, seorang peneliti rekayasa biologi di Harvard University.

Ide pembuatan Medusoid adalah untuk melihat cara kerja pompa berotot, selain jantung atau organ berotot lainnya, serta mempelajari adanya kesamaan mendasar atau prinsip-prinsip desain di antara keduanya.

Parker mengatakan bahan utama pembuatan Medusoid adalah sel otot jantung tikus dan sebuah film silikon tipis. Bersama peneliti dari California Institute of Technology, mereka merekayasa sel dan silikon tersebut menjadi sebuah struktur yang menyerupai ubur-ubur nyata.

Mereka kemudian meletakkan Medusoid dalam tangki berisi cairan penghantar listrik. Sengatan listrik kemudian dialirkan untuk merangsang ubur-ubur hasil rekayasa tersebut supaya bergerak. "Hasilnya, ubur-ubur berenang. Tapi tidak perlu makan dan reproduksi seperti halnya ubur-ubur sebenarnya," ujar Parker, Senin lalu.

Medusoid memiliki banyak manfaat sebagai model. Parker mengatakan tiap ilmuwan dapat memanfaatkan ubur-ubur temuannya untuk memecahkan berbagai persoalan yang berbeda.

Seorang ahli biologi kelautan, misalnya, bisa belajar lebih banyak tentang arsitektur dan mekanisme berenang ubur-ubur. Ahli biologi komparatif dapat mengamati mekanisme pemompaan Medusoid dibandingkan dengan cara kerja jantung manusia.

Untuk insinyur jaringan tubuh, Parker manambahkan, pembuatan Medusoid menjadi pelajaran dalam hal desain dan kontrol kualitas. "Saya tertarik menggunakan Medusoid untuk pengembangan obat sakit jantung dan sebagai model awal untuk merancang jantung buatan," ujar dia.

Keberhasilan pembuatan Medusoid, yang diterbitkan dalam jurnal Nature Biotechnology, memicu Parker dan rekan-rekannya melanjutkan percobaan pada hewan lain yang memiliki anatomi dan fungsi organ tubuh yang lebih rumit dan kompleks.

Burung Gagak Secerdas Anak 7 Tahun


TEMPO.CO - Batas kecerdasan burung kini dapat diukur. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan kemampuan burung gagak hampir setara dengan anak-anak berusia tujuh tahun. Kesimpulan ini didasarkan pada percobaan fabel Aesop.

Percobaan ini mengharuskan burung gagak yang haus untuk menjatuhkan kerikil ke dalam kendi berisi air. Semakin banyak kerikil yang dijatuhkan akan menyebabkan air di dalam kendi naik sampai batas yang dapat dijangkau paruh gagak untuk diminum.

Dalam penelitian ini para ilmuwan membandingkan kemampuan anak beragam usia dengan burung gagak untuk melakukan percobaan fabel Aesop.

"Percobaan mengharuskan anak dan burung gagak memindah posisi air dalam tabung untuk mendapatkan hadiah atau imbalan makanan," kata Lucy Cheke, peneliti dari Cambridge University, Inggris, Kamis 26 Juli 2012.

Hasil percobaan menunjukkan kemampuan anak-anak usia 5-7 tahun tidak lebih baik dari burung gagak. Sama seperti gagak, anak-anak itu menyelesaikan fabel Aesop setelah lima kali mencoba. Berbeda dengan anak usia delapan tahun yang dapat merampungkan percobaan dalam sekali kesempatan.

Namun ada satu percobaan yang secara konsisten dapat dipecahkan anak-anak tapi tidak dapat dilakukan oleh gagak.

Sebuah tabung berbentuk U berisi air dikubur dalam tanah hingga menyisakan dua lubang yang tampak seperti dua tabung terpisah. Salah satu lubang berukuran terlalu sempit, sehingga sulit menjatuhkan benda melewatinya. Tabung ini juga berisi hadiah.

Saat dihadapkan dengan tabung ini anak-anak sama sekali tidak terganggu. Anak-anak dengan mudah dapat meningkatkan batas air pada tabung dengan cara menjatuhkan benda ke lubang yang ukurannya lebih besar. Namun gagak tidak bisa memecahkan teka-teki ini dan selalu gagal meraih hadiah.

Penelitian Cheke dan rekan-rekannya, yang diterbitkan dalam jurnal daring Public Library of Science ONE, menunjukkan bahwa anak-anak dan burung gagak memecahkan masalah dengan cara yang berbeda.

Burung gagak harus memahami cara kerja percobaan lewat upaya dan kesalahan yang dilakukan. Sementara pemahaman anak-anak lebih didorong oleh sebab dan akibat yang sederhana.

"Ini masuk akal karena anak-anak bertugas mempelajari penyebab baru efek yang muncul tanpa dibatasi ide-ide tentang apa yang sedang atau tidak mungkin terjadi," ujar Cheke, yang memimpin penelitian, seperti dikutip Telegraph.

Ia mengatakan anak-anak dapat mempelajari apa yang harus dilakukan untuk mendapatkan imbalan, meski cara untuk mencapainya dinilai tidak memungkinkan. Anak-anak lebih berfokus pada suatu hal yang dapat terjadi.

Sedangkan burung gagak, kata Cheke, lebih sulit mengetahui apa yang sedang terjadi karena mereka menunda fakta bahwa hal itu tidak seharusnya terjadi.

"Paradigma fabel Aesop menyediakan cara yang sangat berguna yang digunakan untuk membandingkan sebab-akibat. Metode ini mempermudah pemahaman tentang mekanisme yang mendasari suatu peristiwa," ujar Cheke.

Mengisi Baterei iPhone dengan Hembusan Napas


Teknologi saat ini memang sudah sangat maju pesat, salah satu contoh kemajuan teknologi adalah terobosan baru dengan mengisi baterai hanya dengan hembusan nafas.

Cara kerja alat ini cukup simple, yaitu dengan menggunakan masker dan sumber energi adalah nafas kita, dimana merubah hembusan nafas menjadi pembangkit listrik. Masker yang digunakan memiliki kipas turbin kecil, yang akan berputar saat Anda menghembuskan nafas. Kemudian, turbin ini akan mengkonversikannya menjadi daya listrik untuk mengechaz perangkat iPhone Anda.

Alat tersebut di cetuskan oleh ilmuan Joao Paulo Lammoglia dan diberi nama Masker AIRE. Dengan terobosan baru tersebut, Penghargaan " Red Dot Design Award: Best of the best 2011 " berhasil disabet oleh Masker AIRE.

Dengan menggunakan Masker AIRE, Anda tidak perlu dipusingkan dengan sumber energi listrik yang akan digunakan untuk mengechaz perangkat iDevice Anda ( iPhone,iPad atau iPod touch ) bila Anda berada jauh dari sumber listrik.

Spesifkasi Dan Fitur Ultrabook Dell XPS 13


Dari sisi bahan, ultrabook ini memakai bahan carbon fiber di sisi bawah. Meski digunakan agak lama, ultrabook ini tidak akan terasa panas saat dipangku. Sementara di sisi atas, bahan yang dipakai adalah aluminium.

Ultrabook Dell XPS 13 ini bisa “menyala” dalam satu detik disebabkan karena teknologi Intel Rapid Start dan memakai Solid State Drive (SSD). Teknologi ini memungkinkan ultrabook akan menyala dalam waktu singkat.

Selain itu, ultrabook ini juga memiliki fitur Intel Smart Connect yang memungkinkan update email seperti layaknya push email (hanya di Microsoft Outlook) dan update aplikasi, seperti RSS Feed dan lain-lain. Namun, fitur ini hanya bisa dijalankan dengan koneksi WiFi

Ultrabook ini memiliki berat hanya 1,36 kg. Sementara ketebalannya hanya 6 mm (untuk sisi paling tipis) dan 18 mm (untuk sisi paling tebal).

Di sisi layar, XPS 13 ini memakai ukuran layar 13,3 inci berbahan Gorilla Glass anti gores tanpa tepi (edge to edge) dengan mengadopsi high definition WLED 300 nit (1366 x 768).

Sementara keyboard-nya bisa menyala di tempat gelap (backlit keyboard) dan berukuran penuh, tidak menyisakan ruang di sisi keyboard.

Di sisi audio, XPS 13 sudah dilengkapi audio berdefinisi tinggi. Dell mengkonfigurasinya dengan teknologi Waves MaxxAudio 4.

Di sisi kanan ultrabook akan ada tombol mini display port, USB 3.0 dan USB 2.0 serta tombol indikator untuk baterai. Sementara di sisi kiri perangkat ada colokan charger, USB dan earphone. Tombol start ada di samping keyboard di ujung kiri atas.
Sales Director Commercial Business Dell Indonesia, Ferdinand Himawan menambahkan Dell memang baru sekarang masuk pasar ultrabook. Hal itu disebabkan karena Dell ingin melihat keunggulan sekaligus kelemahan ultrabook dari kompetitor.

Masalahnya, Dell tidak menjual produk ultrabook di negara-negara tertentu, khususnya negara dengan penetrasi teknologi yang masih rendah.

“Misalnya kami tidak meluncurkan ultrabook di Pakistan, Bangladesh dan sebagainya. Tapi rata-rata negara di Asia Tenggara sudah semua dipasarkan,” jelasnya.

Service di tempat
Agar berbeda dengan kompetitor, pelanggan Dell akan mendapatkan layanan service di tempat pelanggan. Layanan ini gratis dan diusahakan akan selesai dalam satu hari pengerjaan di tempat.

Untuk garansi, Dell memiliki inovasi untuk perpanjangan. Biasanya garansi hanya bisa dilakukan di tempat service.

Namun, nantinya pelanggan bisa memperpanjang di website, dengan cara membeli kartu garansi, menggosok kode dan memasukkan kode tersebut ke website. Otomatis kartu garansi bisa langsung bertambah.

Kartu garansi ini akan tersedia di service center Dell di 10 kota besar di Indonesia. Kartu ini akan tersedia mulai dua pekan mendatang.

Spesifikasi Dell XPS 13:
Berat : 1,36 kg
Tebal : 6-18 mm
Layar : 13,3 inci HD WLED 300 nit (1366 x 768), 720p, Gorilla Glass ‘edge to edge’
Bahan : aluminium dengan dasar carbon fiber
Kapasitas HDD : 256 GB SSD, teknologi Intel Rapid Start
Prosesor : Intel Core i5 2467M
Memori: 4GB DDR3 SDRAM 1333MHz
Fitur lain: video grafis Intel HD 3000, baterai 6 sel (bertahan hingga 8 jam 53 menit), WiFi, Bluetooth, USB 3.0, USB 2.0, mini display port, headset jack, built in 1,3MP webcam, audio Waves MaxxAudio, Microsoft Windows 7 Prof.

Spesifikasi Samsung Netbook NP-N210P


Berikut Spesifikasi Samsung Netbook NP-N210P

Sistem Operasi
Windows® 7 Starter Asli

Prosesor
Intel® ATOM™ Processor N450 (1,66GHz, 667MHz, 512KB)

Memori
Sistem Memori 1GB (DDR2 / 1GB x 1)

Chipset Utama
Intel NM10

Layar
LCD 10,1 WSVGA (1024 x 600), Non-Gloss, LED Back Light

Slot Memori
1 x SODIMM

Grafis
Prosesor Grafis Intel GMA3150 (Int. Graphic)

Multimedia
HD (High Definition) Audio

Penyimpanan
HDD 250GB (5.400rpm S-ATA)

Speaker
3W Stereo Speaker (1,5W x 2)

Komunikasi
Modem No
LAN Ethernet Kabel 10/100 LAN
LAN Nirkabel 802.11bg/n*
WAN Nirkabel No
Bluetooth Bluetooth 3.0 High Speed

Badai Matahari dan Awan Energi Antar Bintang


Pada awal tahun yang lalu, NASA (Badan Antariksa Amerika Serikat) telah mengeluarkan peringatan tentang adanya bahaya Badai Matahari. Peringatan senada pernah di keluarkan pada tahun 2006 dan 2010. 

Pada tahun 2006 NASA mengeluarkan peringatan kemungkinan adanya bahaya karena tata surya dalam rotasinya didalam galaksi akan memasuki wilayah Awan Energi Antar Bintang (Stellar Energy Cloud). Saat itu NASA memprediksi hal itu akan terjadi pada tahun 2012. Efek dari kejadian ini saat itu belum dapat diprediksi, yang ada hanya dugaan-dugaan saja yang akan terjadi di tahun-tahun berikutnya. 

Kemudian pada pertengahan tahun 2010 kembali NASA mengeluarkan peringatan waspada karena ternyata Matahari diketahui mulai memasuki wilayah Awan Energi Antar Bintang (2 tahun lebih awal dari prediksi) dan Matahari terdeteksi semakin aktif dan kompulsif. Satelit Voyager 1 dan Voyager 2 yang mengungkapkan fakta bahwa tata surya mulai memasuki wilayah Awan Energi Antar Bintang. Sejumlah ahli memperkirakan waktu yang diperlukan tata surya kita untuk melewati Awan Energi Antar Bintang adalah antara 2.000 tahun hingga 3.000 tahun. 

Sementara hingga kini Bumi belum memasuki wilayah Awan Energi Antar Bintang. Berita terbaru menyatakan bahwa Bumi akan memasuki wilayah Awan Energi Antar bintang pada pertengahan tahun ini. Disamping itu, pemerintah sejumlah negara telah mengumumkan adanya bahaya Badai Matahari yang juga akan terjadi pada tahun ini tanpa menjelaskan tanggal pasti kejadiannya. Badai Matahari ini terjadi karena adanya peningkatan aktifitas nuklir secara drastis di Matahari yang terjadi sejak Matahari memasuki wilayah Awan Energi Antar Bintang. Hanya saja, diperkirakan badai Matahari akan menerpa Bumi kira-kira antara bulan September 2012 hingga Januari 2013. 

Efek dari adanya Awan Energi Antar Bintang dan Badai Matahari hingga kini masih belum diketahui secara lengkap. Hanya saja berdasarkan kejadian Badai Matahari pada tahun 1989 (saat itu Badai Matahari hanya menerpa sebagian kecil dari Bumi), diketahui bahwa Badai Matahari mengakibatkan gangguan terhadap peralatan yang memanfaatkan gelombang elektro magnetik (termasuk semua peralatan bertenaga listrik). Dalam beberapa kasus didapati sejumlah peralatan tersebut menjadi tidak berfungsi sama sekali. 

Mengingat hampir semua aktifitas manusia modern sangat mengandalkan pemanfaatan gelombang elektromagnetik (bahkan mesin-mesin otomotif dan pabrik juga memerlukan listrik untuk berfungsi), maka peringatan waspada dari sejumlah negara maju tersebut adalah sesuatu yang penting untuk diperhatikan. 

Selain itu, seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa semenjak Matahari memasuki wilayah Awan Energi Antar Bintang terjadi peningkatan aktifitas yang mencolok di Matahari berupa peningkatan ledakan-ledakan Nuklir di permukaan Matahari, maka meskipun unsur pembentuk struktur Matahari dan Bumi secara umum berbeda, bukan tidak mungkin akan terjadi reaksi-reaksi tertentu pula di permukaan Bumi. Semoga saja atmosfer Bumi cukup mampu melindungi permukaan Bumi ini. 

 Sumber : www.everythingtechnology.net

Sinar Laser Kini Dapat Dibelokkan


Seperti yang sudah lama diketahui, cahaya laser adalah cahaya yang pola gelombangnya bersifat seragam yang terdiri dari berkas-berkas sinar yang berukuran lebih halus dan secara normal hanya bisa terpancar secara lurus, namun sudah sejak beberapa lama para ahli mengetahui bahwa pola superimpos pada laser dapat membuat laser tersebut berbelok. Pola tersebut dapat di disain dengan cara tertentu sehingga sejumlah garis pancaran cahaya yang menyusun sebuah sorotan laser dapat saling mempengaruhi satu sama lain sehingga tembakan laser tersebut berbelok. "Tetapi belokan tersebut tidak dapat membentuk sudut lebih dari 10 derajat, karena jika sudut belokan tersebut lebih dari 10 derajat maka cahaya terbut akan terdistorsi dan bentuknya berubah", demikian menurut Mordechai Sergev dari Technion-Israel Institute of Technology di Haifa. 

 Dia bersama sejumlah rekannya sedang terus berusaha meneliti lebih jauh tentang hal ini dengan mempelajari Maxwell's Equations yang merupakan hukum dasar tingkah laku gelombang elektromagnetik. Secara perhitungan teoritik, mereka menyimpulkan bahwa adalah sangat mungkin untuk membuat pola dasar agar dapat membelokkan cahaya laser lebih dari 180 derajat tanpa terjadi distorsi. Hasil ini telah dipublikasikan di Physical Review Letter dengan nomer dokumentasi DOI: 10.1103/PhysRevLett.108.163901. Tetapi ini masih berupa teori. 

 Sementara itu, tanpa mereka ketahui, sebuah tim peneliti yang dipimpin oleh John Dudley di University of Franche-Comte' Besancon Perancis telah melkukan uji praktek terhadap hal ini. 

 Sebuah tembakan cahaya laser yang mampu berbelok sendiri dengan membentuk sudut seperti bumerang berhasil dipancarkan di sebuah laboratorium optik di Perancis. Cahaya dengan ukuran diameter hanya beberapa mikrometer tersebut mampu merubah cara mengukir materi dalam ukuran mikroskopik dan diharapkan nantinya akan dapat membantu para ahli bedah dalam membuat sayatan yang sangat tipis di area yang harus dioperasi tetapi sulit dijangkau dengan sinar laser lurus pada tubuh pasien. 

 Tim peneliti Dudley berhasil menemukan cara agar sudut belokan laser tersebut bisa melampaui batas sudut 10 derajat. "Hal ini memeberikan ide kepada kami, bahwa kami akan bisa membuat kurva yang bersudut lebih besar lagi" ucap seorang rekan Dudley dari Francois Courvoisier. 

 Tim peneliti Dudley menembakkan cahaya berukuran beberapa mikrometer membentuk sudut lebih dari 60 derajat dengan menggunakan alat yang disebut dengan istilah "Spatial Light Modulator" untuk melakukan "superimpose" terhadap pola interferensi cahaya. 

 Hasil kerja ini akan dipaparkan dalam Journal Optics Letter yang akan datang. 

 Dalam percobaan mereka, tim peneliti Dudley menggunakan laser yang dapat dibelokan tersebut untuk mengukir dan membentuk lekukan-lekukan pada kaca."Hal ini akan sangat berguna untuk membuat prototipe disain baru peralatan optik seperti lensa mikro untuk kamera dan proyektor khusus sebelum Anda memproduksinya secara masal", kata John Dudley. Para ahli bedah pun dapat menggunakannya untuk menjangkau daerah-daerah operasi dibalik struktur sensitif di tubuh pasien mereka. 

 Segev mengungkapkan bahwa dia bersama timnya berharap akan dapat menggunakan tehnik tersebut untuk mengirimkan cahaya dalam belokan membentuk lingkaran penuh dan menggunakannya untuk memanipulasi nanopartikel yang dapat dimuati dengan obat yang kemudian dapat dibimbing untuk mengobati daerah tertentu dalam tubuh. Selama ini cahaya laser memang telah berhasil digunakan sebagai "perangkap optis" untuk mengontrol nanopartikel, tetapi dengan menggunakan laser yang dapat dibelokkan ini, maka kontrol terhadap nanopartikel akan dapat di kembangkan kederajat yang lebih tinggi. 

 Sumber Tulisan : Justin Mullins di New Scientist Magazine edisi 2862, tanggal 11 May 2012.

Penggunaan Bakteri untuk Menyimpan Data


Bakteri E.Coli telah terkenal sejak dahulu sebagai penyebab kematian jutaan orang dalam sejarah peradaban manusia akibat wabah muntaber yang mereka timbulkan. Tetapi baru-baru ini sebuah tim mahasiswa peneliti dari Chinese University di Hongkong telah menemukan fakta lain dari bakteri ini, yaitu dapat digunakan sebagai alat untuk menyimpan data informasi.

Tim peneliti tersebut berhasil menemukan cara untuk meng-enkripsi-kan dan menyimpan data dalam DNA bakteri E.Coli. Satu gram bakteri ini mampu menyimpan informasi hingga 4.502.000 Gigabyte dalam DNA mereka.

Biostorage, yang berarti penyimpanan data dalam mahluk hidup, sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru, karena telah diketahui sejak sekitar sepuluh tahun yang lalu. Tetapi usaha-usaha para ahli belakangan ini semakin memperluas kemungkinan pemanfaatan Biostorage ini. Contohnya sebuah tim peneliti dari Jepang sekitar 3 tahun yang lalu berhasil meng-enkode-kan persamaan relativitas Einstein kedalam DNA bakteri. Hal ini membuktikan bahwa manusia bisa menggunakan bakteri sebagai media penyimpan data yang efisien, mengingat bakteri relatif sangat mudah untuk dikembang-biakkan. Disamping itu, diketahui bahwa sejumlah bakteri ternyata mampu bertahan hidup dalam kondisi ekstrim.

Sementara itu, tim peneliti dari Hongkong berhasil membuktikan bahwa jenis data yang disimpan tidak hanya berupa data teks saja, tetapi bahkan gambar, musik, dan video pun dapat disimpan dengan baik dalam DNA bakteri.Tim peneliti ini berhasil menyusun peralatan yang dapat mengkompres data dan kemudian menyimpannya dalam sejumlah sel serta memetakan posisi data-data tersebut dalam sel-sel yang digunakan, sehingga dapat digunakan disaat dibutuhkan. Lebih lanjut, mereka bahkan telah mengembangkan sistem pengamanan tiga tingkat terhadap data-data tersebut untuk mencegah "hacker" mengganggu sistem.

Team mahasiswa hongkong ini kini sedang berusaha mengembangkan tehnik mereka untuk meng-enkode informasi ekstra dari organisme agar dapat secara genetis memodifikasi sejumlah tanaman dan menyusun semacam "Bio Barcode" untuk mengidentifikasikan tanaman-tanaman tersebut yang diharapkan nantinya dapat digunakan untuk melacak dan mengkontrol penyebaran tanaman-tanaman tersebut.

sumber : Tulisan Clay Dillow dan tulisan Rebeca Boyle di Popular Science