Siap Menghadapi UN 2014

Dalam rangka menghadapi UN 2014, siswa dapat melihat jadwal UN 2014 di sini. di sini juga diberikan file-file materi pengayaan UN dari direktorat PSMP yang dapat didownload

Profil Sekolah

Profil SMP Negeri 1 Bolo sebagai Sekolah Standar Nasional

Tampilkan postingan dengan label Psikologi Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi Anak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 29 Juli 2012

Cara meningkatkan Konsentrasi Belajar


Berikut ini ada beberapa tips cara meningkatkan konsentrasi belajar (Marthinz) :

1.      Hilangkan Beban dan Tugas-Tugas
Jika ada PR (pekerjaan rumah) sebaiknya diselesaikan dulu agar tidak kepikiran terus-menerus pd saat kegiatan belajar berlangsung. Lakukan identifikasi hal-hal yg hrs dilakukan / melaksanakannya agar tidak ada beban

2.      Pikirkan Manfaat Belajar di Masa Depan
Untuk menyemangati kegiatan belajar kita harus sedikit berandai-andai, yakni kalau kita sudah besar nanti akan sukses jadi org pandai, penghasilan besar, punya pacar cakep, dll. Dengan demikian maka kita akan menjadi lebih terpacu untuk meraih masa depan yang kita cita-citakan

3.      Jangan Terlalu Capek
Usahakan tidak membuat jadwal belajar dgn aktivitas fisik berlebih seperti olahraga, main seharian, jalan-jalan ke mall, dan lainnya. Kalau sudah terlanjur capek maka bljr sebentarpun sudah bisa membuat ngantuk. Bila pulang sekolah sebaiknya langsung tidur siang atau sore lalu stlh bangun tidur langsung belajar yg serius.

4.      Posisi Belajar Yang Pas
Belajar jangan dengan posisi tubuh yang salah seperti sambil tiduran, sambil jalan-jalan, sambil nonton tv, sambil ngobrol, sambil jongkok, dan lain sebagainya. Belajarlah dengan posisi duduk di meja belajar jika ada atau di meja dan kursi yang membuat kita senyaman di meja kursi sekolah atau kampus.

5.      Tempat yang tenang dan nyaman
Hindari lokasi belajar yg berisik/mudah menghilangkan konsentrasi belajar kita. Bila perlu menyendirilah anda di kamar tanpa suara apapun. Beritahu orang-orang di rumah kalau anda sedang belajar dan mohon untuk tidak diganggu beberapa waktu demi masa depan yang cemerlang.

 6.      Cari Tahu Metode Belajar Yang Tepat
Coba saja aktivitas tertentu yang menurut kamu dapat menunjang masuknya materi pelajaran ke dalam otak. misal sambil mendengarkan musik, sambil menyanyi, sambil keliling-keliling, sambil corat-coret kertas.

7.      Strategi Menghapal Materi Pelajaran
Jika punya kesulitan menghapal / memahami pelajaran maka sebaiknya membuat rangkuman pelajaran yang mudah dimengerti dan dpt dilihat / dibaca-baca kembali jika ada yang lupa. Bisa juga membuat hub.gmbr-gmbr yg mewakili point-poin pelajaran. Bisa juga merekam suara kita saat membaca materi pelajaran utk didengar kembali. Bisa pula membuat pertanyaan-pertanyaan tertentu yang atas materi yg telah dipelajari, dan lainnya.

8.      Istirahat / Break Jika Lelah
Jangan dipaksakan tubuh yang lelah untuk terus belajar karena tidak ada gunanya. Percuma bila dipaksakan pun bisa-bisa menjadi sakit spt; pusing vertigo, demam, badan lemas, masuk angin, dan lain-lain. Pelajaran yang sudah dihapal pun mungkin saja bisa

9.      Lupakan Sejenak Masalah Cinta dan Pacar
Buat apa pacaran kalau masa depan kamu rusak. Lebih baik jangan pacaran dulu kalau belum punya pacar atau buat kesepakatan dengan kekasih pujaan hati untuk janji saling setia dan saling mendukung dalam kegiatan belajar mengajar akan terlupakan.

Sabtu, 28 Juli 2012

Pengertian Psikologi Pendidikan


Psikologi Pendidikan adalah ilmu yang mempelajari bagaimana manusia belajar dalam pendidikan pengaturan, efektivitas intervensi pendidikan, psikologi pengajaran, dan psikologi sosial dari sekolah sebagai organisasi. Psikologi pendidikan berkaitan dengan bagaimana siswa belajar dan berkembang, dan sering terfokus pada sub kelompok seperti berbakat anak-anak dan mereka yang tunduk pada khusus penyandang cacat .

Menurut Muhibin Syah (2002), pengertian psikologi pendidikan adalah sebuah disiplin psikologi yang menyelidiki masalah psikologis yang terjadi dalam dunia pendidikan. Sedangkan menurut  ensiklopedia amerika, Pengertian psikologi pendidikan adalah ilmu yang lebih berprinsip dalam proses pengajaran yang terlibat dengan penemuan – penemuan dan menerapkan prinsip – prinsip dan cara untuk meningkatkan keefisien di dalam pendidikan.

Sedangkan menurut  Witherington, Pengertian Psikologi pendidikan adalah  studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia.

Tardif (dalam Syah, 1997: 13) juga mengatakan bahwa Pengertian Psikologi Pendidikan adalah sebuah bidang studi yang berhubungan dengan penerapan pengetahuan tentang perilaku manusia untuk usaha-usaha kependidikan.

Dari beberapa pendapat tentang psikologi pendidikan, kami mengambil kesimpulan bahwa Pengertian Psikologi Pendidikan adalah ilmu yang mempelajari  tentang perilaku manusia di dalam dunia pendidikan yang meliputi  studi sistematis tentang proses-proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia yang tujuannya untuk mengembangkan dan meningkatkan keefisien di dalam pendidikan.

Jumat, 27 Juli 2012

Penyebab Anak Kurang Pede


Apa yang menyebabkan anak tidak percaya diri? Psikolog Neny Widyana menyebut sejumlah faktor. Pertama, orang tua terlalu banyak melarang. Bisa pula orang tua tidak memberi kesempatan kepada anak untuk melakukan sendiri apa pun. Akibatnya, anak tidak berani memulai dalam banyak hal. Ketika berteman pun tidak ada inisiatif memulai,katanya.

Ada juga anak sulit berteman karena orang tua terlalu memanjakannya. Ibaratnya, ujar Neny, kalau anak merengek saja orang tua sudah tahu keinginan si anak. Akibatnya, anak malas bicara, tinggal menunjuk. Anak merasa tanpa bicara pun, ibu sudah mengerti keinginannya.”

Tak jarang yang jadi biang perkara adalah sikap ayah bunda yang terlalu protektif. Misalkan, ada anak nakal, oleh orang tua langsung mengambil keputusan bahwa anaknya tidak boleh bermain dengan anak nakal tersebut. Seharusnya, biarkan saja anak menghadapi sendiri. Kalau anak terlalu diprotek untuk berteman saja dia tidak akan berani,kata Neny.

Bila orang tua sudah mengetahui penyebab kesulitan berteman, pola asuh harus diubah. Hindari membuat kalimat-kalimat negatif, ganti dengan kalimat positif. Selanjutnya, orang tua bisa mengajak teman-teman sebaya si anak bermain ke rumah. Buatkan saja acara atau membuat makanan, lalu undang anak-anak. Pasti mereka mau datang ke rumah,ujar Neny.

Ketika sudah berkumpul, orang tua tinggal memberi kegiatan yang bisa membuat anak mau berbaur. Selama bermain, orang tua harus memperhatikan anaknya, apakah mau berteman atau tidak. Karena, kata Neny, Kalau anaknya bete, malas bermain, diam saja, teman-temannya bisa kabur.’’

Setelah dibuat suasana yang memungkinkan anak berbaur, Neny menyarankan ayah bunda mengalokasikan waktu pengamatan. Bila selama 10 menit si buah hati diam saja, lebih baik anak tetangga itu pulang atau bermain dengan teman yang lain. 

Untuk mencari teman, psikolog dari Bandung ini menyarankan untuk memilih anak yang sebaya atau lebih muda. Teman yang lebih besar, misalkan usia SD, apalagi dominan hanya akan membuat anak semakin diam. Anak akan menurut saja kepada yang lebih besar. Sedangkan, jika bermain dengan yang lebih muda, sebagai anak yang lebih besar dia akan lebih ‘berkuasa’,tambahnya. 

Ciri Anak Yang Mengalami Disleksia


Terlahir dengan gangguan saraf, anak disleksia punya hambatan spesifik dalam dunia akademis. Ia mengalami kesulitan mengerti huruf dan angka. Lantas, dapatkah anak disleksia hidup sukses kelak?

Untuk menjawabnya, mari simak pengalaman Tom Cruise. Aktor tenar Hollywood ini disleksia, seperti ibunya. "Saya selalu mengikuti kelas remedial di sekolah."

Di laman beingdyslexic.co.uk, Cruise digambarkan harus bersusah payah menamatkan pendidikan SMA. Di masa itu pula pria kelahiran New York 48 tahun silam ini menemukan bakatnya di bidang seni peran. Berkat upayanya yang keras, Cruise akhirnya berhasil melejitkan diri, bersaing dengan aktor lain yang tidak disleksia.

Di Indonesia, anak-anak disleksia tak banyak yang bernasib sebaik Cruise. Di rumah maupun sekolah, mereka sering diberi label sebagai anak yang tidak memiliki motivasi belajar atau bodoh, seperti Albert Einstein dan Leonardo da Vinci di zaman baheula. "Mereka pun dijuluki pembuat onar di lingkungannya," ungkap psikolog Mayke S Tedjasaputra beberapa waktu lalu.

Padahal, sejatinya anak-anak tersebut hanya kesulitan konsentrasi. Daya ingatnya pendek. "Kemampuan organisasinya minim," kata Mayke.

Disleksia bukan penyakit. Otomatis, tak ada obatnya. Gangguan kesulitan belajar spesifik ini disebabkan oleh adanya gangguan neurobiologis. "Tepatnya, di sistem saraf daerah posterior --lobus parietal inferior atau girus temporalis superior," jelas dr Irawan Mangunatmadja SpA(K), ketua unit Kelompok Kerja Saraf Anak, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Disleksia merupakan kondisi yang bersifat genetik dan tata laksananya memerlukan kerja sama orang tua, guru, dokter, psikolog, psikiater, dan profesional lainnya. Gangguan yang berhubungan dengan kromosom 2, 3, 6, 15, dan 18 ini menurun dari generasi ke generasi. "Terjadi pada 23 sampai 65 anak yang orang tuanya mengalami disleksia dan hampir 40 persen disertai attention deficit hyperactivity disorder (ADHD)," tutur Irawan.

Lantas, dengan disleksia, akan suramkah masa depan anak? Irawan menggeleng. "Bersama orang tua dan para profesional harus mencari kelebihan yang ada pada anak, mencari bakatnya untuk bekal bersaing," kata Irawan dalam acara yang sama.

Individu dengan disleksia kerap memiliki area keunggulan tersendiri yang jauh di atas rata-rata. Entah di kemampuan visual-spasial, analisis masalah yang mendalam, kesadaran sosial, ataupun penyelesaian masalah. "Ia juga sangat mungkin punya bakat besar di bidang geometri, catur, dan permainan komputer."